ORINEWS.id — Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tamiang sejak awal Desember 2025 menyebabkan ratusan warga terisolir dan mengalami krisis pangan.
Laporan situasi terbaru yang dirilis oleh Yayasan GAKUM (Galang Aksi Kemanusiaan Umat Muslim), Yayasan TALI (Tangguh Peduli Indonesia), Kaffah Muslim School, dan Yayasan Kanvas Alam Aceh pada Kamis (4/12/2025) menyebutkan bahwa kondisi lapangan masih sangat memprihatinkan.
Akses menuju sejumlah desa terdampak di Gayo Lues hingga kini sulit ditembus akibat rusaknya jalan dan curah hujan yang tinggi. Banyak warga belum berhasil mencapai posko pengungsian dan masih bertahan di lokasi-lokasi terisolir.
Posko yang telah berdiri pun belum dapat memenuhi kebutuhan dasar warga, termasuk makanan, air bersih, serta kebutuhan balita. Sejumlah pengungsi bahkan dilaporkan mengalami diare akibat minimnya sanitasi.
Kondisi kritis juga terjadi di Aceh Tamiang, terutama di Desa Tanjung Lipat Satu, Kecamatan Bendahara. Warga yang berada di posko pengungsian dilaporkan mengalami kelaparan karena tidak adanya persediaan bahan makanan.
Tim GAKUM merespons cepat laporan dari relawan mengenai kondisi warga yang semakin memprihatinkan.
Dari hasil asesmen awal, sekitar 800 jiwa tercatat sangat membutuhkan bantuan mendesak, khususnya masyarakat dari Desa Palok dan Agusen.
Sementara itu, warga Desa Riqeb dan Rerebe juga sangat membutuhkan ketersediaan air bersih dan berharap mendapat bantuan pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan harian.
Distribusi bantuan tahap pertama (Batch-1) direncanakan berlangsung pada Jumat (5/12/2025) untuk wilayah Gayo Lues. Namun proses pembelanjaan logistik masih terkendala cuaca serta medan jalan.
Jika akses menuju wilayah Abdya tidak memungkinkan, pembelian logistik akan dialihkan langsung di Gayo Lues. Untuk Aceh Tamiang, bantuan dana telah disalurkan guna pembelian kebutuhan bahan pokok bagi para pengungsi.
Total bantuan yang berhasil dihimpun hingga laporan diterbitkan mencapai Rp 13.000.000, dengan rincian Rp 1.000.000 disalurkan ke Aceh Tamiang pada 3 Desember 2025 dan Rp 9.000.000 ke Gayo Lues pada 4 Desember 2025. Sisa dana sebesar Rp 3.000.000 disiapkan untuk penyaluran bantuan tahap kedua (Batch-2).
Tim gabungan merencanakan beberapa langkah lanjutan, termasuk monitoring cepat ke Aceh Tamiang, penyaluran bantuan tambahan untuk Gayo Lues, pembukaan posko bersama guna memobilisasi bantuan lanjutan, serta persiapan pembukaan Batch-2 untuk menjangkau warga terdampak yang belum tersentuh bantuan.
Masyarakat yang ingin memberikan dukungan dapat menyalurkan donasi melalui Rekening BSI: 7220010637 a.n. Yayasan GAKUM, atau langsung ke Posko Bersama Darurat Banjir, beralamat di Jalan Residen Danubrota No. 5, Geuceu Kayee Jato, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi, Firman (0812-6333-3400). []


































