ORINEWS.id – Jumlah korban jiwa akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total korban meninggal dunia mencapai 345 orang hingga Jumat, 5 Desember 2025, setelah Tim SAR Gabungan menemukan 20 jenazah tambahan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan pembaruan tersebut dalam keterangan resminya.
“Dengan tambahan temuan hari ini, total korban meninggal dunia mencapai 345 orang, sementara 174 lainnya masih dalam pencarian,” ujar Abdul Muhari.
BNPB merinci sebaran temuan terbaru: 20 jasad berasal dari Aceh Tamiang, enam dari Aceh Utara, sembilan dari Aceh Timur, dan empat dari Pidie Jaya.
Selain korban jiwa, jumlah warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian juga sangat besar.
“Sementara itu, jumlah pengungsi yang masih bertahan di berbagai titik pengungsian di Aceh mencapai 775.346 jiwa,” kata Abdul.
BNPB turut merilis gambaran skala dampak bencana yang dinilai sangat masif. Berdasarkan data sementara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh per Selasa, 2 Desember 2025, tercatat 3.310 gampong dari total 6.497 gampong di Aceh terdampak langsung.
“Dampak ini sudah lebih dari 50 persen dari total gampong di Aceh,” ujar Abdul Muhari.
Situasi tersebut mengindikasikan bahwa Aceh sedang menghadapi darurat kemanusiaan yang sangat serius, dengan kebutuhan penanganan dan bantuan jangka panjang dari berbagai pihak.


































