TERBARU

AcehNews

Derita Korban Banjir Aceh Tamiang: Kelaparan dan Minum Air Keruh Demi Bertahan Hidup

ORINEWS.id – Kondisi pengungsi terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, masih memprihatinkan. Minimnya pasokan logistik membuat sebagian warga terpaksa meminum air keruh dari genangan hujan maupun sungai untuk bertahan hidup.

Seorang pengungsi di Kecamatan Kejuruan Muda, Rizki, mengatakan bantuan yang masuk ke wilayahnya belum merata. Ia menyebut ribuan warga yang tersebar di sejumlah titik belum tersentuh distribusi logistik.

“Pengungsi yang tidak dapat bantuan kondisinya kelaparan. Tolong kami, Bang. Kami dari kemarin minum air keruh dari sungai,” ujar Rizki melalui sambungan telepon, Rabu, 3 Desember 2025, dikutip dari CNN Indonesia.

Menurutnya, lebih dari 36 ribu pengungsi masih menunggu suplai makanan, air bersih, dan obat-obatan. Akses jalan yang terputus akibat banjir dan longsor membuat pendistribusian bantuan tersendat.

Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Agusliayana Devita, membenarkan kondisi itu. Ia mengatakan sejumlah kecamatan masih terisolasi dan belum dapat dijangkau sepenuhnya.

Baca Juga
Adik Kandung Komisioner Bawaslu Aceh Tamiang Lulus Jadi Anggota PKD Air Tenang

“Kondisi masih belum kondusif. Masih banyak yang di pengungsian karena rumahnya hilang atau rusak parah, serta masih banyak genangan lumpur,” kata Agusliayana saat dihubungi dari Banda Aceh.

Ia menambahkan sebagian pengungsi yang kekurangan logistik terpaksa memanfaatkan air genangan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Bukan air bekas banjir, tapi air sungai dan air hujan yang masih tergenang. Namun keruh, tidak jernih. Karena air banjir sudah pada surut saat ini,” ujarnya.

Agusliayana menyebut kebutuhan mendesak saat ini meliputi air bersih, BBM, obat-obatan, serta percepatan pembukaan akses. Jaringan air PDAM yang belum kembali berfungsi memperparah krisis air bersih.

Distribusi bantuan kini dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter serta perahu karet. Hingga kini, jumlah pengungsi di Kabupaten Aceh Tamiang tercatat 278.079 jiwa, sementara 42 orang dilaporkan meninggal dunia.

Warga Khawatir Meninggal karena Kelaparan

Senada dengan laporan tersebut, seorang warga Aceh Tamiang, Muhammad Hendra, yang berhasil mencapai Pangkalan Susu di Sumatera Utara setelah berjalan kaki dan menumpang kendaraan, menggambarkan kondisi serupa.

Baca Juga
ASN dan Pelajar di Aceh WFH Selama PON Berlangsung

“Aceh Tamiang terisolasi dan warga kelaparan. Ini saya sudah sampai di Pangkalan Susu. Jalan kaki dan numpang bersama keluarga ke Pangkalan Susu, Sumatera Utara,” ujar Hendra melalui pesan WhatsApp Group, Rabu, 3 Desember 2025.

Ia berharap pemerintah pusat segera menetapkan Aceh berstatus tanggap bencana nasional agar distribusi logistik dan evakuasi dapat dipercepat.

“Mohon atensi untuk mendesak pemerintah pusat menetapkan Aceh status tanggap bencana nasional sehingga Aceh Tamiang terbantu. Jangan sampai warga Aceh Tamiang meninggal bukan karena banjir, tapi kelaparan,” kata Hendra.

Menurut dia, wilayah Kecamatan Sekerak dan Bandar Pusaka, termasuk Kampung Sekumur, Sulum, dan Pante Jempa, masih terisolasi akibat jembatan di Lubuk Sidup yang putus.

“Mereka hari ini sangat kekurangan makanan. Oleh sebab itu, mereka berharap pemerintah bisa membuka akses isolasi dan mendistribusikan bantuan pangan ke lokasi tersebut,” ujarnya. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks