TERBARU

Ekonomi

Menteri Ekraf Siapkan Para Startup Aceh Kolaborasi di Kancah Internasional

ORINEWS.id – Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menyebut potensi talenta muda Indonesia kini semakin dilirik oleh ekosistem teknologi aplikasi global. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah pun memperkuat dukungan agar para pengembang aplikasi di daerah, termasuk Aceh, mampu bertumbuh dan berkompetisi di tingkat internasional.

Hal itu disampaikan Riefky saat menghadiri Pelatihan Akselerasi Startup/Badan Usaha Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam rangkaian Kolaborasi Kreatif (Kolatif) Aceh 2025 di Hotel Permata Hati Syariah, Banda Aceh, Selasa (25/11/2025).

Teuku Riefky menjelaskan, Kolatif Aceh 2025 menghadirkan lima kegiatan utama, empat di Banda Aceh dan satu lainnya di Aceh Besar, mencakup berbagai subsektor ekonomi kreatif seperti fashion, kriya, film, dan aplikasi. Ia menegaskan subsektor aplikasi tengah berada pada posisi strategis dalam peta investasi nasional.

Mengutip laporan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) semester pertama 2025, Riefky menuturkan bahwa investasi luar negeri terbesar pada subsektor ekonomi kreatif datang dari sektor aplikasi, disusul fashion dan kriya.

Baca Juga
FISIP UIN Ar-Raniry Gelar Diskusi Film “Tjoet Nja’ Dhien” Bersama Christine Hakim

“Melihat situasi itu, saat ini dunia teknologi aplikasi internasional melihat potensi dari anak-anak muda Indonesia,” ujarnya.

Teuku Riefky menambahkan, pelatihan yang digelar di Aceh bertujuan mencetak pelaku ekonomi kreatif dari berbagai kabupaten/kota agar lebih siap bersaing, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara.

“Kami bersama pemerintah daerah menyiapkan agar pegiat aplikasi dari daerah ini bisa tumbuh, siap, dan Insyaallah bisa bekerjasama dengan pihak-pihak internasional,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah pusat telah menyiapkan skema pembiayaan khusus berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis kekayaan intelektual untuk sektor ekonomi kreatif, dengan nilai alokasi mencapai Rp10 triliun pada 2026.

Kebijakan tersebut diputuskan dalam rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan. Ia memastikan pemerintah akan melakukan kurasi mendalam terhadap pelaku kreatif yang akan mengakses pendanaan tersebut.

Baca Juga
Sekda Aceh Dorong Pemanfaatan Bahan Baku Lokal pada Program MBG

“Tentu perlu persiapan agar kredit itu bisa dikembalikan. Jadi mereka punya kesiapan untuk berbisnis dengan produk yang kompetitif dan bisa mengembalikan serta mencari keuntungan dari perkembangan bisnisnya,” tuturnya. [rf/aw]

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks