TERBARU

InternasionalNews

Dukungan Warga untuk Hamas Meningkat, Rencana AS di Gaza Terhambat

ORINEWS.id – Upaya Amerika Serikat (AS) untuk mendorong pelucutan senjata di Gaza menghadapi hambatan serius setelah laporan menunjukkan dukungan publik terhadap Hamas meningkat signifikan usai gencatan senjata terbaru. Wall Street Journal melaporkan bahwa penguatan dukungan ini semakin merumitkan rencana Presiden AS Donald Trump untuk menata ulang keamanan di Jalur Gaza.

Salah satu faktor utama yang memperkuat posisi Hamas adalah pemulihan keamanan di tingkat lokal. Setelah pasukan Israel menarik diri, para anggota Hamas kembali menjalankan peran sebagai aparat keamanan dan kepolisian internal. Kehadiran mereka disebut berhasil meredam aksi kriminal, memulihkan ketertiban, dan mempertegas posisi kelompok tersebut sebagai bagian dari struktur pemerintahan de facto di Gaza.

Sentimen publik yang menguat ini juga selaras dengan persepsi bahwa kondisi sehari-hari menjadi lebih stabil sejak aparat keamanan Hamas kembali bertugas. Banyak warga mengaitkan ketertiban tersebut dengan kemampuan kelompok Perlawanan mengelola keamanan meski berada dalam tekanan blokade dan ancaman militer.

Dari Kota Gaza, seorang pengusaha muda berusia 22 tahun, Hazem Sarour, menuturkan, “Kami menyaksikan kehancuran, pencuri, preman, dan pelanggaran hukum. Tidak ada yang bisa menghentikannya kecuali Hamas. Itulah sebabnya orang-orang mendukung mereka.”

Baca Juga
Bea Cukai Lhokseumawe Sita 298 Ribu Batang Rokok Ilegal

Bantuan PBB Mulai Tersalur Lebih Tertib

Sebelum gencatan senjata, bantuan kemanusiaan dari PBB kerap menemui kendala. OCHA mencatat lebih dari 80 persen bantuan dijarah atau terhambat oleh warga yang putus asa maupun kelompok bersenjata. Namun situasi berbalik pada bulan lalu ketika hanya sekitar 5 persen bantuan yang terganggu. Perubahan ini dikaitkan dengan pengaktifan kembali pasukan keamanan internal Hamas atau “Polisi Biru” yang menjaga distribusi barang bantuan.

Perbaikan distribusi tersebut ikut mengangkat citra Hamas sebagai otoritas yang mampu menjaga ketertiban sekaligus menopang kebutuhan dasar warga di tengah situasi krisis berkepanjangan.

Jajak Pendapat Menunjukkan Pergeseran Dukungan

Pusat Penelitian Kebijakan dan Survei Palestina mencatat adanya pergeseran signifikan dalam opini publik Gaza. Menurut survei terbaru, 51 persen warga menilai kinerja Hamas positif selama perang, naik dari 43 persen pada Mei lalu. Sementara itu, 41 persen responden menyatakan akan memilih Hamas dalam pemilu mendatang—angka tertinggi sejak akhir 2023.

Temuan ini menunjukkan meningkatnya apresiasi publik terhadap kemampuan kelompok Perlawanan mempertahankan stabilitas di tengah tekanan militer dan ekonomi.

Baca Juga
2.880 Guru Ikuti UTBK-UKPPPG Tahap 3 di USK

Penolakan terhadap Usulan Pelucutan Senjata Asing

Dukungan publik yang terus menguat juga berdampak pada pandangan warga terkait rencana internasional untuk melucuti senjata Hamas dan menggantinya dengan pasukan asing. Survei menunjukkan 55 persen warga Gaza menolak gagasan pelucutan senjata, sementara 52 persen menentang pengerahan pasukan internasional.

Khalil Shikaki, Direktur lembaga survei tersebut, menegaskan, “Mayoritas ini menunjukkan bahwa bahkan mereka yang mungkin tidak berpihak secara politik dengan Hamas masih melihat pentingnya mempertahankan senjata untuk pertahanan nasional. Ada kekhawatiran yang mendalam atas tujuan sejati Israel, dan kekhawatiran akan kekacauan jika tidak ada Perlawanan yang terorganisir.”

Pengorbanan dan Pengaruh Politik

Selama dua tahun terakhir, Hamas menghadapi serangkaian eskalasi dan operasi militer besar Israel yang menyebabkan jatuhnya ribuan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur luas. Meskipun demikian, kelompok tersebut tetap bertahan dan mencatat sejumlah keberhasilan strategis, termasuk negosiasi pertukaran tahanan yang menghasilkan pembebasan warga Palestina dari penjara Israel.

Keberhasilan itu memperkuat persepsi publik bahwa Hamas memainkan peran penting dalam mempertahankan hak-hak warga Palestina serta kepentingan politik mereka di tengah konflik yang terus berlangsung. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks