ORINEWS.id – Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan bahwa dari 300 jenazah warga Palestina yang dikembalikan oleh otoritas pendudukan Israel melalui koordinasi Komite Palang Merah Internasional (ICRC), baru 89 jenazah yang berhasil diidentifikasi secara resmi.
Dalam pernyataan resminya, dikutip dari Al Mayadeen, Sabtu (8/11/2025), Kementerian menyebut tim medis masih melakukan proses pemeriksaan, pendokumentasian, dan persiapan pemulangan jenazah kepada keluarga masing-masing. Pemerintah Gaza menegaskan, seluruh jenazah ditangani dengan penuh kehati-hatian dan penghormatan terhadap martabat para korban.
Jenazah Termutilasi dari Kamp Sde Teiman
Pada 21 Oktober, pejabat kesehatan Gaza mengungkapkan bahwa setidaknya 135 jenazah termutilasi yang dikembalikan sebelumnya berasal dari kamp konsentrasi Sde Teiman, salah satu fasilitas militer Israel di selatan wilayah pendudukan. Lokasi itu kini tengah diselidiki atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina.
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Dr. Munir al-Bursh, kepada The Guardian mengatakan bahwa dokumen dalam kantong jenazah menunjukkan asal mereka dari Sde Teiman.
“Label dokumen di dalam kantong jenazah ditulis dalam bahasa Ibrani dan dengan jelas menunjukkan bahwa jenazah tersebut disimpan di Sde Teiman,” ujarnya.
Menurutnya, beberapa label juga menunjukkan hasil tes DNA yang dilakukan oleh pihak Israel sebelum jenazah dikembalikan.
Dugaan Penyiksaan dan Eksekusi
The Guardian melaporkan bahwa sejumlah foto yang tidak dapat dipublikasikan menunjukkan korban dengan kondisi mengenaskan—mata ditutup, tangan terikat di belakang punggung, bahkan ada yang bertali di leher.
Dokter di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, menyebut hasil otopsi dan pemeriksaan lapangan memperlihatkan tanda-tanda eksekusi singkat dan penyiksaan sistematis terhadap para tahanan Palestina.
“Beberapa jenazah menunjukkan luka tembak jarak dekat dan bekas hantaman kendaraan berat,” kata salah satu dokter.
Direktur Kompleks Medis Nasser, Eyad Barhoum, menambahkan bahwa sebagian besar jenazah tiba tanpa nama, hanya dengan kode angka. Proses identifikasi masih berlangsung.
Korban Terus Bertambah
Kementerian Kesehatan mencatat bahwa dalam 72 jam terakhir, 10 martir tambahan tiba di rumah sakit di Jalur Gaza, termasuk sembilan korban yang ditemukan di bawah reruntuhan bangunan.
Sejak gencatan senjata diumumkan pada 11 Oktober 2025, jumlah korban tewas mencapai 241 orang, sementara 614 lainnya terluka.
Secara keseluruhan, sejak awal agresi pada 7 Oktober 2023, 69.169 warga Palestina tewas dan 170.685 lainnya luka-luka.
Lebih dari 10.000 Warga Palestina Masih Hilang
Komite Nasional untuk Orang Hilang di Gaza melaporkan bahwa lebih dari 10.000 warga Palestina masih terkubur di bawah reruntuhan bangunan. Komite mendesak masyarakat internasional untuk mengirimkan tim penyelamat khusus dan peralatan berat guna mengevakuasi korban.
“Ini adalah misi kemanusiaan yang mendesak dan tidak dapat ditunda,” tulis Komite dalam pernyataan publiknya.
Namun, upaya tersebut terkendala blokade Israel yang masih diberlakukan di Gaza, menghambat operasi penyelamatan dan evakuasi jenazah.
Sementara itu, PBB melaporkan tingkat kerusakan mencapai 83 persen bangunan di Kota Gaza, dengan lebih dari 81 ribu unit rumah hancur atau rusak berat.
Blokade yang berkepanjangan dan serangan udara yang berlanjut membuat ribuan keluarga Palestina hingga kini belum dapat menemukan atau menguburkan orang-orang tercinta mereka. []


































