TERBARU

Lingkungan

Aktivitas Nelayan Lumpuh, Pemko Banda Aceh Didesak Atasi Pendangkalan Pantai Alue Naga

ORINEWS.id – Kondisi Pantai Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, kian mengkhawatirkan. Pendangkalan yang terjadi di muara pantai akibat tumpukan pasir laut membuat aktivitas nelayan setempat terganggu parah. Banyak perahu kandas saat air surut, sementara nelayan terpaksa menunggu air pasang untuk bisa melaut.

Wakil Ketua Umum Partai Perjuangan Aceh (PPA), Nurfuadi, menyoroti serius situasi tersebut. Ia mendesak pemerintah kota Banda Aceh agar segera mengambil langkah konkret demi menyelamatkan kehidupan ekonomi nelayan yang terdampak.

Advertisements
Ad 147

“Kondisi di Alue Naga sudah sangat mengkhawatirkan. Muara tertutup pasir, nelayan tidak bisa melaut, dan penghasilan mereka menurun drastis. Pemerintah tidak bisa diam melihat situasi ini,” ujar Nurfuadi, usai meninjau lokasi, Sabtu (8/11/2025).

Menurut warga, sedimentasi di kawasan itu telah terjadi selama beberapa bulan terakhir. Arus laut yang kuat serta minimnya pemeliharaan menyebabkan pasir menumpuk di pintu muara.

Baca Juga
Penjabat Gubernur Harapkan PEDA Tani-Nelayan Pacu Transformasi Agribisnis di Aceh

“Kadang kami harus mendorong perahu dengan tenaga sendiri karena airnya dangkal. Kalau pas surut, kami tak bisa melaut sama sekali,” kata seorang nelayan setempat.

Nurfuadi menjelaskan, pendangkalan tersebut kemungkinan dipicu oleh perubahan arus laut, berkurangnya vegetasi pantai, dan minimnya kegiatan pengerukan rutin di muara. Ia menilai, kondisi itu tidak hanya merugikan nelayan, tetapi juga mengancam ekosistem laut dan mempercepat abrasi di kawasan pesisir.

Sebagai langkah cepat, ia mengusulkan agar pemerintah segera melakukan pengerukan berkala di area muara, membangun pemecah gelombang untuk mengendalikan arus dan penumpukan pasir, serta menanam kembali mangrove sebagai penahan alami sedimen.

“Kami di Partai Perjuangan Aceh siap berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat untuk mencari solusi terbaik. Alue Naga harus diselamatkan, karena ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal ekonomi rakyat,” tegasnya.

Baca Juga
Anak Sekolah Kunjungi BPOM Aceh, Belajar Cara Memilih Pangan Aman dan Bergizi

Nurfuadi juga mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah kota, dinas terkait, akademisi, hingga komunitas pesisir, untuk bekerja sama menangani persoalan sedimentasi secara berkelanjutan.

“Kalau dibiarkan, lama-lama Alue Naga bisa kehilangan fungsinya sebagai kawasan tangkapan ikan utama bagi masyarakat. Kita tidak boleh menunggu sampai itu terjadi,” tutupnya. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks