TERBARU

InternasionalNews

PM Qatar Sebut Serangan Israel di Doha sebagai Terorisme Negara

ORINEWS.id – Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, mengecam keras serangan Israel di ibu kota Doha. Dalam konferensi pers pada Selasa, 9 September 2025, ia menyebut serangan itu sebagai bentuk terorisme negara dan  pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Qatar.

“Netanyahu adalah aktor jahat yang mempraktikkan terorisme negara, dan serangan hari ini hanya dapat digambarkan sebagai pengkhianatan,” kata Al Thani, merujuk pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Advertisements
Ad 147

Al Thani memperingatkan serangan tersebut berpotensi menyeret kawasan ke situasi yang “tidak dapat diperbaiki.” Ia menegaskan, Qatar berhak merespons setiap pelanggaran kedaulatan.

“Kami menegaskan bahwa Qatar tidak akan berkompromi atas kedaulatannya dan berhak untuk menanggapi serangan terang-terangan ini,” tegasnya.

Baca Juga
Platform Psikotes Online untuk Psikolog Profesional yang Efesien
DONASI TAHAP KEDUA

Menurutnya, serangan Israel dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya dan tidak terdeteksi oleh pertahanan udara Qatar.

“Serangan Israel adalah operasi berbahaya, dan kami baru mengetahuinya saat sedang berlangsung. Amerika memberi tahu kami sepuluh menit setelah serangan dimulai,” ujar Al Thani.

Ia menuding Israel secara sistematis menggagalkan setiap upaya perdamaian.

“Negosiasi berjalan atas permintaan pihak Amerika, tetapi Netanyahu menghancurkannya,” katanya.

Peringatan di Dewan Keamanan PBB

Qatar secara resmi telah menyampaikan protes di Dewan Keamanan PBB, memperingatkan bahwa serangan Israel di Doha merupakan insiden serius yang mengancam keamanan regional. Dalam pernyataan resminya, Doha menegaskan tidak akan menerima tindakan apa pun yang mengancam keamanan dan kedaulatannya.

Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut serangan tersebut sebagai eskalasi berbahaya dan tindakan sembrono yang dapat mengguncang stabilitas kawasan. Investigasi atas insiden itu sedang berlangsung di tingkat tertinggi, dan rincian lebih lanjut akan disampaikan kemudian.

Pemerintah Qatar juga membantah klaim bahwa mereka telah mendapat peringatan sebelumnya mengenai serangan.

Baca Juga
220 Surat Suara Sisa dan Rusak di Aceh Besar Dimusnahkan

“Klaim bahwa Qatar telah diberitahu sebelumnya tidak benar,” bunyi pernyataan resmi.

Doha menjelaskan bahwa panggilan dari pejabat Amerika Serikat baru diterima saat ledakan sudah terjadi.

Emir Qatar Hubungi Trump

Amiri Diwan, kantor kepresidenan Qatar, mengumumkan Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani telah melakukan panggilan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam percakapan itu, Emir menegaskan Qatar akan mengambil “semua langkah yang diperlukan untuk melindungi keamanan dan menjaga kedaulatan.”

Sementara itu, media Israel Channel 13 melaporkan bahwa serangan di Doha dilakukan dengan koordinasi antara Israel dan Amerika Serikat. Laporan itu menyebut adanya perencanaan bersama sebelum operasi yang menargetkan pimpinan Hamas di Qatar. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks